
Tadulakonews.com – SAMARINDA – Ratusan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Kota Samarinda, Rabu (21/10/2026).
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah aspirasi dan tuntutan terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta persoalan antrean yang menjadi perhatian masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi unjuk rasa ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi sekaligus meminta pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang terjadi di Kalimantan Timur.
Para mahasiswa mendatangi Kantor Gubernur Kaltim untuk menyampaikan tuntutan secara langsung kepada pemerintah provinsi.
Massa berharap aspirasi yang disampaikan dapat diterima dan ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan dalam aksi tersebut adalah penanganan karhutla yang berdampak terhadap kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Mahasiswa menilai penanganan karhutla perlu mendapat perhatian serius, terutama dalam upaya pencegahan, pengendalian, serta penanganan dampak yang ditimbulkan.
Selain penanganan kebakaran, upaya pengawasan terhadap wilayah rawan karhutla juga menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat koordinasi dengan instansi terkait agar langkah penanganan karhutla berjalan secara efektif.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menyoroti persoalan antrean yang turut masuk dalam daftar aspirasi mereka.
Massa berharap persoalan tersebut mendapat perhatian dan solusi yang jelas dari pemerintah maupun pihak terkait sesuai dengan kewenangannya.
Aksi unjuk rasa berlangsung sebagai bentuk penyampaian pendapat di muka umum sekaligus dorongan agar pemerintah lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Mahasiswa juga mengharapkan adanya keterbukaan informasi mengenai langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan pemerintah dalam menangani persoalan yang disampaikan.
Penyampaian aspirasi tersebut menjadi pengingat pentingnya komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mencari solusi atas berbagai permasalahan daerah.
Melalui aksi ini, mahasiswa berharap tuntutan yang disampaikan tidak hanya diterima secara formal, tetapi juga ditindaklanjuti melalui langkah konkret dan terukur.
Mereka berharap pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dapat memberikan perhatian serius terhadap seluruh aspirasi yang disampaikan demi kepentingan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan daerah.




