
Palu – Tadulakonews.com – Menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diawali dengan mengenang sejarah G30S/PKI, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag., menyampaikan seruan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan.
Ia mengajak masyarakat menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam berinteraksi sosial di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Prof. Zainal menilai, sejarah bangsa harus terus dipelajari agar masyarakat tidak mudah terpecah belah oleh berbagai paham dan ideologi ekstrem yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila serta prinsip-prinsip ajaran agama.
“Pancasila telah membuktikan ketangguhannya dalam menyatukan ratusan suku dan keragaman agama di Indonesia. Tugas kita sekarang adalah merawat ikatan persaudaraan ini agar tetap utuh,” ungkap Prof. Zainal Abidin.
Menurut tokoh moderasi beragama nasional itu, komitmen membentengi negara dari berbagai ancaman ideologi ekstrem harus dilakukan melalui penguatan nilai-nilai moderasi, toleransi, dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Ia menekankan bahwa upaya menjaga kerukunan tidak cukup hanya dilakukan di tingkat elite atau lembaga negara, tetapi juga harus tumbuh dari lingkungan masyarakat dan akar rumput.
Ketua FKUB Provinsi Sulawesi Tengah itu menambahkan bahwa agama dan kebangsaan tidak boleh dipertentangkan. Keduanya, kata dia, justru dapat saling menguatkan dalam membangun kehidupan masyarakat yang adil, damai, dan penuh kasih sayang.
“Ketika nilai-nilai kemanusiaan dan saling menghargai kita utamakan, maka ideologi apa pun yang ingin memecah belah bangsa tidak akan pernah mendapat tempat di hati masyarakat,” tutur Guru Besar UIN Datokarama Palu tersebut.
Ia juga mengingatkan bahwa keberagaman merupakan bagian penting dari kekuatan bangsa Indonesia. Karena itu, setiap perbedaan harus dikelola dengan semangat saling menghormati, bukan dijadikan alasan untuk menumbuhkan permusuhan.
Dalam konteks tersebut, kerukunan antarumat beragama dinilai menjadi salah satu benteng utama dalam menjaga keutuhan bangsa. Masyarakat perlu membangun ruang dialog dan memperkuat komunikasi agar berbagai persoalan tidak berkembang menjadi konflik.
Ketua Asosiasi FKUB Indonesia itu mengimbau para tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, tokoh masyarakat, TNI, Polri, serta seluruh elemen pemangku kepentingan untuk terus menyuarakan pesan-pesan perdamaian.
Menurutnya, peran para tokoh di tengah masyarakat sangat penting dalam memberikan keteladanan, mendorong sikap saling menghargai, serta mencegah berkembangnya narasi yang dapat memicu intoleransi dan perpecahan.
Ia berharap momentum Hari Kesaktian Pancasila tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan kembali pentingnya persatuan, toleransi, dan komitmen kebangsaan.
“Mari kita jadikan momentum sejarah ini untuk semakin mempererat tali silaturahmi, menolak narasi intoleran, dan bersama-sama merawat kedamaian demi keutuhan NKRI,” tutup Prof. Zainal dengan optimis.
Pesan tersebut sekaligus menjadi ajakan kepada seluruh masyarakat untuk menjadikan Pancasila, nilai-nilai agama, serta semangat persaudaraan sebagai landasan dalam menjaga kehidupan bangsa yang damai dan harmonis.




