POSO – Tadulakonews.com – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Jalan Trans Sulawesi, Desa Pandayora, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Senin pagi (28/9/2026). Kebakaran tersebut menghanguskan tiga unit rumah dan menyebabkan tiga warga mengalami luka bakar.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.30 WITA saat Lk. Muh. Rusdi sedang memindahkan bahan bakar minyak (BBM) dari jerigen ke pom bensin mini menggunakan alat penyedot listrik. Saat proses berlangsung, alat tersebut diduga mengalami korsleting hingga menimbulkan percikan api.
Percikan api sempat berusaha dipadamkan menggunakan kain basah. Namun, api kembali muncul dan menyambar tumpahan BBM yang berada di sekitar lokasi sehingga dengan cepat membakar pom bensin mini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Api kemudian merambat ke bagian depan rumah milik Muh. Rusdi dan menjalar ke dua rumah tetangganya, masing-masing milik Pr. Katrin Mantombo dan Lk. Ones Moncou. Kobaran api yang membesar membuat warga sekitar berupaya membantu proses pemadaman.
Kapolsek Pamona Selatan IPTU Oktavianus Batara, S.H., bersama personelnya langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Pemadaman dilakukan bersama tim pemadam kebakaran dan masyarakat setempat.
Tim gabungan akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api sepenuhnya sekitar pukul 11.00 WITA. Petugas kemudian melakukan pemantauan di lokasi untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Dalam kejadian tersebut, tiga orang dari keluarga Muh. Rusdi mengalami luka bakar. Mereka adalah Muh. Rusdi, istrinya Ny. Asriani, serta anak mereka An. Arfan.
Ketiganya kemudian mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Mayoa. Sementara itu, kerugian materiil akibat kebakaran tersebut ditaksir sementara mencapai sekitar Rp600 juta.

Kapolsek Pamona Selatan IPTU Oktavianus Batara, S.H., menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa atas musibah yang menimpa keluarga korban serta dua keluarga tetangga lainnya.
“Berdasarkan penyelidikan awal, penyebab utama adalah kelalaian teknis berupa korsleting pada alat penyedot BBM yang tidak memenuhi standar keamanan. Api menyebar sangat cepat karena adanya BBM yang sedang ditransfer,” ujar IPTU Oktavianus Batara.
Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berkaitan dengan bahan mudah terbakar, khususnya di lingkungan permukiman.
Ia mengimbau masyarakat, terutama pemilik usaha pom bensin mini maupun warga yang menyimpan BBM di rumah, untuk memastikan kondisi instalasi listrik dan peralatan pendukung dalam keadaan baik.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga agar selalu memastikan kondisi kabel, stop kontak, dan alat elektronik dalam keadaan baik. Jangan pernah meninggalkan proses pengisian BBM tanpa pengawasan. Pastikan juga tersedia Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di lokasi strategis,” tambahnya.
IPTU Oktavianus Batara menegaskan bahwa potensi kecelakaan dapat diminimalkan apabila masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kelistrikan di sekitar bahan yang mudah terbakar.
Pasca-kebakaran, personel Polsek Pamona Selatan akan tetap melakukan pemantauan di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan masih adanya bara api. Kepolisian juga berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Pandayora dan instansi terkait.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk membantu proses pendataan kerugian secara lebih akurat sekaligus memberikan dukungan kepada para korban. Kepolisian berharap ketiga warga yang mengalami luka bakar dapat segera pulih dan kembali beraktivitas.
“Kami akan terus membantu proses pemulihan dan meningkatkan kewaspadaan bersama. Semoga para korban segera pulih dan kejadian seperti ini tidak kembali terjadi,” pungkas IPTU Oktavianus Batara, S.H.





