
PENDOLO – Tadulakonews.com – Rabu, 23 September 2026, pukul 08.45 WITA, halaman depan SMP Negeri 1 Pamona Selatan, Desa Pendolo, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba, perundungan, serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas yang digelar oleh jajaran Polsek Pamona Selatan.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala SMP Negeri 1 Pamona Selatan, Ibu Sintise Palamba, S.Pd., seluruh dewan guru dan staf, serta diikuti sekitar 200 siswa-siswi. Penyuluhan disampaikan langsung oleh personel Polsek Pamona Selatan, Aipda Arief Wibisono, sebagai langkah nyata dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pemaparannya, Aipda Arief Wibisono menjelaskan pengertian narkotika, psikotropika, dan zat adiktif beserta dasar hukumnya. Para siswa juga diperkenalkan dengan berbagai jenis narkoba yang kerap beredar, seperti sabu, ganja, ekstasi, serta obat-obatan terlarang lainnya.
Selain itu, pemateri menjelaskan berbagai modus peredaran narkoba yang dapat menyasar pelajar, antara lain melalui pergaulan bebas, media sosial, maupun ajakan teman sebaya. Para siswa dibekali pengetahuan mengenai ciri-ciri orang yang terlibat penyalahgunaan narkoba, cara menolak ajakan buruk, serta pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang sehat.
Pihak kepolisian juga menekankan bahwa upaya pencegahan membutuhkan peran bersama antara pelajar, sekolah, orang tua, masyarakat, dan aparat keamanan. Kesadaran sejak dini dinilai penting agar para pelajar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan maupun berbagai bentuk ajakan yang dapat merugikan masa depan.
Berbagai dampak penyalahgunaan narkoba turut dipaparkan kepada para siswa, mulai dari kerusakan fungsi otak yang dapat menurunkan daya ingat dan kemampuan belajar, gangguan kesehatan fisik maupun mental, hingga ketergantungan yang sulit diatasi tanpa penanganan dan rehabilitasi.
Penyalahgunaan narkoba juga dapat menyebabkan penurunan prestasi belajar, putus sekolah, risiko terjerat tindak pidana, memicu perilaku kriminal, merusak hubungan sosial, serta menimbulkan kerugian ekonomi bagi keluarga. Karena itu, para siswa diingatkan agar tidak mencoba narkoba dengan alasan apa pun.
Selain sosialisasi mengenai bahaya narkoba, pihak kepolisian mengimbau para siswa untuk menjauhi segala bentuk perundungan atau bullying. Para pelajar diharapkan mampu membangun lingkungan sekolah yang aman, saling menghormati, serta tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti atau merendahkan teman.
Dalam hal keselamatan berlalu lintas, siswa juga diingatkan untuk selalu menggunakan helm saat berkendara, mematuhi aturan lalu lintas, serta tidak menggunakan knalpot brong. Para pelajar diminta tidak mudah terpengaruh ajakan teman yang dapat membahayakan keselamatan maupun berujung pada pelanggaran hukum.
Kepolisian juga mendorong para siswa untuk mengisi waktu dengan berbagai kegiatan positif, seperti belajar, beribadah, berolahraga, serta aktif mengikuti kegiatan di sekolah. Dengan demikian, para pelajar diharapkan dapat mengembangkan potensi diri sekaligus terhindar dari pengaruh negatif lingkungan pergaulan.
Kapolsek Pamona Selatan, Iptu Oktavianus Batara, S.H., menyampaikan bahwa penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja merupakan ancaman serius terhadap kualitas generasi muda. Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini, khususnya melalui lingkungan sekolah yang menjadi salah satu tempat penting dalam pembentukan karakter pelajar.
“Kegiatan ini menjadi bukti keseriusan kami melindungi generasi muda dari jerat narkoba, perundungan, serta pelanggaran hukum yang dapat menghancurkan masa depan mereka. Kami mengajak seluruh siswa untuk berani berkata TIDAK pada narkoba, menolak segala bentuk perundungan, dan senantiasa taat pada aturan lalu lintas,” ujar Iptu Oktavianus Batara.
Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat sangat diperlukan. Karena itu, kegiatan pencegahan dan penyuluhan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh wilayah hukum Polsek Pamona Selatan.
Pihaknya juga mendorong penguatan peran Bhabinkamtibmas di lingkungan sekolah, memperkuat kerja sama lintas instansi, termasuk pelaksanaan tes urine berkala sesuai ketentuan, serta meningkatkan pembinaan karakter dan kegiatan positif bagi pelajar guna mengurangi pengaruh buruk pergaulan bebas.
“Jangan pernah ragu untuk melapor kepada kami jika melihat atau mengetahui hal yang mencurigakan. Kepolisian selalu hadir melindungi dan melayani masyarakat. Mari kita jaga bersama demi masa depan yang cerah dan bebas dari narkoba,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab yang hangat. Para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian penyuluhan dan menyatakan komitmennya untuk menjauhi narkoba serta menjadi pelopor terciptanya lingkungan sekolah yang aman, sehat, tertib, dan bersih dari berbagai pengaruh negatif.




