Polri Imbau Orang Tua Awasi Anak agar Tak Terlibat Aksi Berpotensi Ricuh

- Penulis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Palu – Tadulakonews.com – Polri mengimbau para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, khususnya agar tidak berada di lokasi kegiatan penyampaian aspirasi yang berpotensi terjadi kericuhan. Imbauan tersebut disampaikan untuk mencegah anak menjadi korban dalam situasi yang tidak kondusif.

Kabidhumas Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol Achmad Muhaimin mengatakan, orang tua memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada anak mengenai risiko berada di lokasi aksi. Pengawasan dinilai penting untuk memastikan keselamatan anak tetap menjadi prioritas.

“Kami mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anak tidak berada di lokasi aksi yang berpotensi terjadi kericuhan. Keselamatan mereka adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Kombes Achmad Muhaimin dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia meminta orang tua memberikan edukasi kepada anak agar memahami risiko ketika berada di tengah situasi yang tidak kondusif. Anak-anak harus diarahkan untuk mengutamakan keselamatan dan kepentingan masa depan.

“Anak-anak kita tentu memiliki masa depan yang panjang. Jangan sampai mereka berada di tempat atau situasi yang berpotensi membahayakan diri sendiri. Karena itu, peran orang tua untuk memberikan edukasi, arahan dan pengawasan sangat penting,” jelasnya.

Achmad menegaskan, penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang dilindungi dan dihormati. Namun, anak-anak perlu mendapatkan pendampingan dan pemahaman agar tidak terlibat dalam situasi yang dapat membahayakan keselamatan mereka.

Dia juga mengajak para orang tua membangun komunikasi yang baik dengan anak serta mengetahui aktivitas dan lingkungan pergaulan mereka. Hal tersebut dinilai penting, terlebih ketika terdapat informasi mengenai kegiatan aksi atau penyampaian aspirasi di suatu wilayah.

“Kami mengajak para orang tua untuk terus berkomunikasi dengan anak-anaknya. Berikan pemahaman bahwa menyampaikan pendapat dapat dilakukan dengan cara yang baik dan sesuai ketentuan,” tuturnya.

Menurut Achmad, orang tua perlu memastikan anak memahami batasan serta risiko dari setiap aktivitas yang dilakukan, terutama ketika situasi di suatu lokasi berpotensi menjadi tidak kondusif.

“Yang paling utama, jangan sampai mereka menjadi korban atau berada dalam situasi yang membahayakan keselamatan,” katanya.

Achmad menambahkan, perlindungan terhadap anak membutuhkan kerja sama antara kepolisian, keluarga, masyarakat dan seluruh pihak. Upaya tersebut penting untuk memastikan anak tetap berada di lingkungan yang aman.

Dia berharap para orang tua tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga membangun kedekatan dan komunikasi dengan anak sehingga setiap aktivitas mereka dapat diketahui dan diarahkan dengan baik.

Menurutnya, pemahaman yang diberikan sejak dini dapat membantu anak mengambil keputusan yang lebih bijak ketika menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Kami meminta semua pihak bersama-sama memastikan anak tetap berada di lingkungan yang aman demi masa depan mereka,” ujarnya.

Achmad mengingatkan agar anak-anak tidak sekadar mengikuti kegiatan atau ajakan lingkungan tanpa memahami risiko yang mungkin terjadi.

“Keselamatan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga anak-anak kita, kita bimbing dan edukasi untuk kepentingan masa depan mereka. Jangan sampai keinginan untuk ikut-ikutan justru membawa mereka pada situasi yang merugikan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tadulakonews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SMP Negeri 4 Sindue Rampungkan Revitalisasi Sekolah 100 Persen, Anggaran APBN 2026 Capai Rp2,1 Miliar
SMP Negeri 4 Sindue Terima Alokasi APBN 2026 Rp2,1 Miliar untuk Revitalisasi dan Peningkatan Fasilitas Sekolah
SMPN SATAP 6 Sojol Terima Anggaran APBN Rp678 Juta untuk Rehabilitasi Gedung dan Pengadaan Mobiler
Minggu Kasih di Gereja Syalom Meko, Kapolsek Pamona Barat Tampung Aspirasi Warga dan Sosialisasikan Pencegahan Bullying
Kapolsek Poso Pesisir Utara Ajak Anak Sekolah Minggu Cegah Bullying Melalui Program Minggu Kasih
Kapolsek Pamona Timur Hadiri Minggu Kasih di GPDI Semirna, Jemaat Sampaikan Keluhan Pencurian Ternak
Festival Danau Poso ke-26 Tahun 2026 Resmi Ditutup, Pengamanan Berlangsung Aman dan Kondusif
Kapolres Sigi Hadiri Peresmian PLTD 50 MW di Desa Sidera, Dukung Penguatan Pasokan Listrik
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:43 WIB

SMP Negeri 4 Sindue Rampungkan Revitalisasi Sekolah 100 Persen, Anggaran APBN 2026 Capai Rp2,1 Miliar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:13 WIB

SMP Negeri 4 Sindue Terima Alokasi APBN 2026 Rp2,1 Miliar untuk Revitalisasi dan Peningkatan Fasilitas Sekolah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:48 WIB

SMPN SATAP 6 Sojol Terima Anggaran APBN Rp678 Juta untuk Rehabilitasi Gedung dan Pengadaan Mobiler

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Minggu Kasih di Gereja Syalom Meko, Kapolsek Pamona Barat Tampung Aspirasi Warga dan Sosialisasikan Pencegahan Bullying

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Kapolsek Poso Pesisir Utara Ajak Anak Sekolah Minggu Cegah Bullying Melalui Program Minggu Kasih

Berita Terbaru