
Tadulakonews.com – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag., menegaskan bahwa bencana alam yang melanda daerah ini harus disikapi sebagai momentum sakral untuk mempererat tali persaudaraan lintas iman.
Merespons dampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, dan wilayah sekitarnya pada Selasa, 16 Juni 2026, FKUB Sulawesi Tengah bersama Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Sulawesi Tengah bergerak cepat menginisiasi gerakan kemanusiaan terpadu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi nyata yang mengusung tema besar “Satu Doa, Satu Hati, Satu Aksi” tersebut diwujudkan melalui dua agenda utama, yaitu penyaluran bantuan logistik secara langsung ke titik-titik pengungsian terdampak parah di Kabupaten Sigi serta persiapan doa bersama lintas agama.
Prof. Zainal Abidin menyampaikan harapannya agar aksi sosial yang digalang bersama ini dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan manfaat psikologis maupun material bagi masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana.
Menurutnya, mengulurkan tangan kepada sesama di tengah situasi krisis merupakan panggilan iman yang melintasi sekat-sekat perbedaan agama dan latar belakang.
Ia menegaskan bahwa setiap bentuk bantuan yang diberikan dengan ketulusan akan membawa manfaat besar, baik bagi penerima maupun bagi mereka yang menolong.
“Menolong sesama manusia adalah jalan menuju kemaslahatan. Setiap uluran tangan yang diberikan dengan tulus tidak hanya meringankan beban orang lain, tetapi juga menghadirkan keberkahan, mempererat persaudaraan, dan menjadi amal kebaikan yang bernilai di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Semangat kebersamaan dan solidaritas tersebut mendapat dukungan penuh dari Ketua Dewan Penyantun BAMAG Sulawesi Tengah, Hendrik G. Lyanto.
Pria yang akrab disapa Ko Aceo itu menilai bahwa musibah gempa menjadi pengingat bagi seluruh umat beragama tentang pentingnya menjaga semangat gotong royong dan saling menguatkan dalam menghadapi cobaan.
Ia menekankan bahwa nilai-nilai kemanusiaan harus selalu dikedepankan, terutama saat masyarakat membutuhkan bantuan dan dukungan bersama.
Dalam aksi tanggap darurat ini, kolaborasi FKUB dan BAMAG Sulawesi Tengah telah menyiapkan bantuan logistik berupa 1.000 dus mi instan untuk didistribusikan ke wilayah-wilayah yang terdampak parah di Kabupaten Sigi.
Bantuan tersebut akan disalurkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan dan tingkat kerusakan yang dialami masyarakat.
“Kami telah menyiapkan 1.000 dus Indomie untuk disalurkan ke lokasi terdampak gempa di Kabupaten Sigi, di antaranya Desa Kamarora dan beberapa desa lainnya. Untuk tahap pertama kami turunkan 200 dus terlebih dahulu sambil melihat lokasi lain yang juga terdampak,” jelas Ko Aceo.
Selain penyaluran bantuan logistik, para tokoh agama juga bersepakat untuk menggelar doa bersama sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Sebagai puncak dari gerakan solidaritas tersebut, Prof. Zainal Abidin bersama para pemuka agama lainnya dijadwalkan memimpin Doa Bersama Lintas Agama yang akan dilaksanakan pada Jumat, 19 Juni 2026.
Kegiatan tersebut akan berlangsung mulai pukul 17.00 WITA hingga selesai di Lapangan Imanuel Palu dan diharapkan menjadi ruang bersama bagi seluruh elemen masyarakat untuk memanjatkan doa, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan optimisme dalam menghadapi masa pemulihan pascagempa.

