
Tadulakonews.com – BANGGAI – Ketegangan antara pemuda dua desa di Kecamatan Bualemo yang sempat memicu aksi tawuran akhirnya berhasil diredam melalui jalur musyawarah.
Polsek Bualemo, Polres Banggai, memfasilitasi mediasi antara warga Desa Bualemo B dan Desa Toiba di Mapolsek Bualemo, Jumat (29/5/2026) sore.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mediasi dilakukan sebagai tindak lanjut atas insiden tawuran yang terjadi pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 15.30 WITA.
Peristiwa tersebut berlangsung di kawasan pesisir Pantai Desa Toiba, Kecamatan Bualemo.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, perselisihan dipicu oleh kesalahpahaman antar remaja yang kemudian berkembang menjadi konflik saling balas.
Situasi sempat menimbulkan ketegangan di antara pemuda kedua desa.
Untuk mencegah konflik meluas, pihak kepolisian mengambil langkah cepat dengan mempertemukan kedua belah pihak dalam forum mediasi.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Bualemo, IPTU Alwi Polii.
Hadir dalam pertemuan itu kepala desa, tokoh masyarakat, orang tua, serta perwakilan pemuda dari kedua desa yang terlibat.
Dalam arahannya, IPTU Alwi Polii menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan keamanan di lingkungan masyarakat.
Menurutnya, penyelesaian melalui musyawarah merupakan langkah terbaik agar persoalan tidak berlarut-larut.
“Permasalahan ini berhasil diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua belah pihak sepakat untuk tidak mengulangi kejadian serupa dan bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujar Kapolsek.
Dalam musyawarah tersebut, kedua desa mengakui bahwa hubungan kekeluargaan selama ini telah terjalin dengan baik.
Mereka juga sepakat mengakhiri seluruh persoalan yang terjadi tanpa menyisakan dendam di kemudian hari.
Selain itu, orang tua dan pemerintah desa diminta meningkatkan pengawasan terhadap para pemuda agar tidak mudah terprovokasi, termasuk melalui media sosial.
Mediasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Para pemuda yang terlibat menerima penyelesaian damai serta berkomitmen untuk tidak lagi melakukan aksi tawuran demi menjaga keharmonisan antarwarga.

