PALU, 5 September 2026 – Tadulakonews.com Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Sentana Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Prajaniti Hindu Indonesia menyelenggarakan Dharmanomics International Seminar 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring internasional sekaligus mendorong pengembangan ekonomi berbasis Dharma.
Rangkaian kegiatan diawali pada Jumat (4/9/2026) melalui pertemuan antara investor Hindu dari Malaysia dengan Gubernur Sulawesi Tengah yang difasilitasi STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah. Pertemuan tersebut menghasilkan penjajakan awal kerja sama di bidang energi terbarukan serta penjajakan penerbangan langsung rute Palu–Malaysia.
Sehari kemudian, Sabtu (5/9/2026), STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah bersama Prajaniti Hindu Indonesia melaksanakan Dharmanomics International Seminar 2026 di Aula Terbuka Kampus STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seminar mengangkat tema “Dharmanomics: Building Prosperity Grounded in Dharma”, dengan semangat “From Profit to Purpose, from Wealth to Well-Being, from Economy to Consciousness.”
Forum tersebut mempertemukan akademisi, tokoh Hindu, pelaku usaha, pemerintah, komunitas, serta jejaring Hindu internasional untuk membahas pembangunan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berlandaskan Dharma, kesejahteraan manusia, keberlanjutan lingkungan, tanggung jawab, dan kesadaran.
Mengembangkan Paradigma Ekonomi Berbasis Dharma
Konsep Dharmanomics yang menjadi tema utama seminar menawarkan gagasan mengenai paradigma ekonomi yang tidak semata-mata mengejar pertumbuhan dan profit. Nilai moral, kesejahteraan manusia, keberlanjutan lingkungan, tanggung jawab sosial, serta perkembangan kesadaran ditempatkan sebagai bagian penting dalam pembangunan ekonomi.
Dengan pendekatan tersebut, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur melalui peningkatan pendapatan atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melalui kemampuan menciptakan kehidupan yang sejahtera, berkelanjutan, dan bermakna bagi masyarakat.
Hadirkan Narasumber Nasional dan Internasional
Dharmanomics International Seminar 2026 menghadirkan sejumlah narasumber nasional dan internasional dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, kewirausahaan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi.
Salah satu pembicara utama adalah Dato’ Pardip Kumar Kukreja, Founder Global Hindu Entrepreneur Network (GHEN) dan Tara Foundation Malaysia, yang menyampaikan keynote address bertajuk “Toward Dharmanomics: Designing the Future.”
Seminar juga menghadirkan KS Arsana, penulis buku Dharmanomics sekaligus President DPP Prajaniti Hindu Indonesia, yang membawakan materi “Dharmanomics: Building Prosperity Grounded in Dharma.”
Selanjutnya, Prof. Dr. dr. Ketut Suarayasa, M.Kes., M.H., profesor dan pakar kesehatan masyarakat sekaligus Ketua DPD Prajaniti Hindu Sulawesi Tengah, membahas implementasi Dharmanomics dalam bidang kesehatan dan pembangunan kesejahteraan masyarakat.

Turut hadir Raj Kumar dan Himanshu Batt sebagai narasumber yang memberikan perspektif mengenai Dharmanomics sekaligus pengembangan jejaring dan kerja sama internasional.
Pembahasan juga mencakup implementasi Dharmanomics di bidang kesehatan dan energi terbarukan, khususnya pemanfaatan energi surya untuk mendukung pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.
Kehadiran para narasumber dari berbagai bidang memperkaya diskusi mengenai bagaimana nilai Dharma dapat diterapkan dalam pembangunan ekonomi dan kehidupan masyarakat modern.
Sinergi STAH Dharma Sentana dan Prajaniti Hindu Indonesia
Kerja sama STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah dan Prajaniti Hindu Indonesia dalam penyelenggaraan seminar menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara institusi pendidikan tinggi Hindu dan organisasi Hindu di tingkat nasional.
Kolaborasi tersebut mempertemukan kekuatan akademik, organisasi, kewirausahaan, serta jejaring internasional untuk membahas dan mengembangkan konsep ekonomi berbasis Dharma.
Kerja sama ini juga diarahkan untuk membangun sumber daya manusia Hindu yang memiliki wawasan global, kompetensi profesional, jiwa kewirausahaan, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Dharma.
MoU GHEN, Prajaniti Hindu Indonesia Pusat, dan STAH Dharma Sentana
Salah satu momentum penting dalam Dharmanomics International Seminar 2026 adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Global Hindu Entrepreneur Network (GHEN), Prajaniti Hindu Indonesia Pusat, dan STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah.
Penandatanganan MoU tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat kerja sama antara jejaring pengusaha Hindu internasional, organisasi Hindu nasional, dan perguruan tinggi Hindu.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas kolaborasi dalam bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, kewirausahaan, ekonomi berbasis Dharma, serta penguatan jejaring internasional.
Salah satu poin konkret dalam kerja sama tersebut adalah terbukanya kesempatan bagi dosen dan mahasiswa STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah untuk mengikuti program magang di Malaysia selama beberapa bulan.
Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman internasional secara langsung, mengenal lingkungan profesional dan dunia usaha di Malaysia, meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta membangun jejaring profesional.
Bagi dosen, kerja sama ini membuka ruang untuk memperluas pengalaman akademik dan profesional, melakukan pertukaran pengetahuan, serta membangun hubungan dengan jejaring pendidikan dan dunia usaha di Malaysia.
Dengan demikian, MoU tersebut tidak hanya menjadi kerja sama kelembagaan, tetapi juga menghasilkan langkah nyata dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pengalaman internasional bagi dosen dan mahasiswa STAH Dharma Sentana.
Energi Terbarukan dan Pembangunan Berkelanjutan
Energi terbarukan menjadi salah satu isu penting dalam Dharmanomics International Seminar 2026 sekaligus memiliki keterkaitan dengan penjajakan kerja sama antara investor Hindu Malaysia dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Dalam seminar, energi terbarukan dibahas sebagai salah satu bentuk implementasi Dharmanomics, khususnya melalui pemanfaatan energi surya untuk menciptakan masyarakat yang lebih berkelanjutan.
STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah juga mengembangkan gagasan Kawasan Ekonomi Keumatan sebagai sebuah ekosistem ekonomi yang mengintegrasikan nilai moral, kewirausahaan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.
Konsep tersebut mencakup pengembangan UMKM melalui sinergi riset dan teknologi, pengembangan homestay berbasis kearifan lokal, layanan kesehatan, serta hilirisasi komoditas perkebunan bernilai tinggi.
Di bidang energi, pengembangan tersebut mencakup pemanfaatan minyak sawit dan minyak jelantah untuk biodiesel, serta pemanfaatan teknologi sel surya dan kendaraan listrik.
Karena itu, penjajakan kerja sama energi terbarukan dengan investor Hindu Malaysia menjadi bagian strategis dalam menghubungkan potensi daerah dengan jejaring investasi internasional.
Penjajakan Penerbangan Langsung Palu–Malaysia
Selain energi terbarukan, penjajakan penerbangan langsung rute Palu–Malaysia menjadi salah satu hasil penting dari pertemuan antara investor Hindu Malaysia dan Gubernur Sulawesi Tengah pada 4 September 2026.
Penjajakan konektivitas tersebut membuka peluang bagi hubungan yang lebih luas antara Sulawesi Tengah dan Malaysia, baik dalam bidang investasi, perdagangan, pariwisata, pendidikan, maupun hubungan antarmasyarakat.
Bagi STAH Dharma Sentana dan Prajaniti Hindu Indonesia, peningkatan konektivitas tersebut juga berpotensi mendukung pengembangan kerja sama pendidikan internasional, termasuk mobilitas dosen dan mahasiswa melalui program magang di Malaysia.
Pendidikan Tinggi sebagai Penggerak Ekonomi Berbasis Dharma
STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah menempatkan pendidikan tinggi bukan hanya sebagai pusat pembelajaran, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pembangunan ekonomi, kewirausahaan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Visi STAH Dharma Sentana adalah mewujudkan perguruan tinggi Hindu yang unggul dalam kewirausahaan berbasis Dharma menuju sumber daya manusia berkualitas dengan sraddha, bhakti, dan profesionalisme.
STAH Dharma Sentana memiliki lima program studi jenjang sarjana, yaitu Pendidikan Agama Hindu, Pariwisata Budaya dan Keagamaan, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Guru Anak Usia Dini, dan Ekonomi Hindu.
Para lulusan diarahkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga inovator dan pemimpin masa depan yang memiliki jiwa kewirausahaan dengan tetap berlandaskan etika dan nilai Dharma.
Melalui kerja sama dengan Prajaniti Hindu Indonesia dan jejaring internasional seperti GHEN, STAH Dharma Sentana terus memperluas kesempatan bagi civitas akademika untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional.
Program magang selama beberapa bulan di Malaysia menjadi salah satu wujud nyata dari upaya tersebut.
Dari Seminar Menuju Kerja Sama Nyata
Dharmanomics International Seminar 2026 menunjukkan bahwa forum akademik dapat menjadi pintu masuk bagi lahirnya kerja sama yang lebih konkret.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, STAH Dharma Sentana bersama Prajaniti Hindu Indonesia tidak hanya menghadirkan diskusi mengenai paradigma ekonomi berbasis Dharma, tetapi juga memperkuat hubungan dengan jejaring bisnis dan komunitas Hindu internasional.
Pada 4 September 2026, STAH Dharma Sentana mempertemukan investor Hindu Malaysia dengan Gubernur Sulawesi Tengah yang menghasilkan penjajakan kerja sama di bidang energi terbarukan serta penjajakan penerbangan langsung Palu–Malaysia.
Kemudian pada 5 September 2026, seminar internasional menjadi forum untuk memperdalam gagasan Dharmanomics sekaligus memperkuat kerja sama internasional melalui penandatanganan MoU antara GHEN, Prajaniti Hindu Indonesia Pusat, dan STAH Dharma Sentana.
Salah satu hasil konkret dari kerja sama tersebut adalah kesempatan bagi dosen dan mahasiswa STAH Dharma Sentana untuk mengikuti program magang selama beberapa bulan di Malaysia.
Rangkaian kegiatan ini memperlihatkan upaya STAH Dharma Sentana dan Prajaniti Hindu Indonesia dalam membangun ekosistem yang menghubungkan pendidikan, organisasi Hindu, pemerintah, dunia usaha, investasi, dan jejaring internasional.
Membangun Kesejahteraan Berlandaskan Dharma
Dharmanomics International Seminar 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan dan mengembangkan paradigma ekonomi yang menempatkan Dharma sebagai landasan dalam membangun kesejahteraan.
Pembangunan ekonomi tidak hanya dipandang dari besarnya pertumbuhan atau keuntungan yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan kesejahteraan masyarakat, menjaga lingkungan, membangun sumber daya manusia, dan menciptakan kehidupan yang lebih bermakna.
Melalui kerja sama STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah dan Prajaniti Hindu Indonesia, serta keterlibatan GHEN dan jejaring Hindu Malaysia, berbagai gagasan tersebut mulai diterjemahkan ke dalam langkah konkret berupa pengembangan sumber daya manusia melalui magang internasional, penjajakan investasi energi terbarukan, dan penjajakan konektivitas Palu–Malaysia.
Rangkaian kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen STAH Dharma Sentana dan Prajaniti Hindu Indonesia untuk terus memperluas jejaring serta membangun kolaborasi yang memberikan manfaat bagi pendidikan, masyarakat, dunia usaha, dan pembangunan daerah.
Semangat tersebut terangkum dalam gagasan utama Dharmanomics: dari profit menuju purpose, dari wealth menuju well-being, dan dari economy menuju consciousness.






