
Tadulakonews.com – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar dan gudang Bulog dalam rangka pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 H Tahun 2026.
Kegiatan sidak ini dilaksanakan pada Selasa, 17 Maret 2026, dengan menyasar beberapa titik strategis di Kota Palu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lokasi yang dikunjungi meliputi Pasar Manonda, Pasar Masomba, serta Gudang Bulog.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Dalam hasil pemantauan di lapangan, ditemukan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan.
Kenaikan harga tersebut dipicu oleh keterbatasan pasokan yang masuk ke pasar.
Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan signifikan adalah daging sapi.
Harga daging sapi tercatat naik dari Rp135.000 per kilogram menjadi Rp150.000 per kilogram.
Selain itu, harga ayam potong juga mengalami kenaikan yang cukup tajam.
Sebelumnya, harga ayam potong berada pada kisaran Rp65.000 hingga Rp70.000 per ekor, kini meningkat menjadi Rp85.000 per ekor.
Meskipun terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas, Wakil Gubernur memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok strategis masih dalam kondisi aman.
Berdasarkan hasil pengecekan di Gudang Bulog, harga beras relatif stabil dengan kenaikan kecil berkisar antara Rp500 hingga Rp1.000.
Stok beras yang tersedia saat ini mencapai sekitar 35.000 ton.
Jumlah tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama lima hingga enam bulan ke depan.
Selain beras, ketersediaan minyak goreng merek “Minyak Kita” juga dipastikan masih mencukupi.
Saat ini terdapat stok sekitar 120.000 liter minyak goreng yang diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat selama tiga hingga empat bulan ke depan.
Wakil Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sangat serius dalam mengendalikan laju inflasi, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah secara aktif turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi harga.
Langkah ini dilakukan agar harga bahan pokok tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar.
Sidak tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan perwakilan instansi terkait.
Di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulawesi Tengah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah, perwakilan Perum Bulog, BPS, unsur Forkopimda, serta perangkat daerah lainnya.
Seluruh pihak tersebut tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga.
Dengan demikian, masyarakat dapat menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan lebih tenang dan nyaman. ( Noni )




