
Tadulakonews.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, Polres Sigi bersama seluruh Polsek jajaran meningkatkan upaya pemberantasan penyakit masyarakat melalui Operasi Kepolisian Kewilayahan Pekat I Tinombala 2026. Operasi ini dilaksanakan guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Sigi tetap aman dan kondusif.
Kegiatan operasi tersebut menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menciptakan suasana yang nyaman bagi masyarakat, khususnya menjelang bulan suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri yang biasanya diikuti dengan meningkatnya aktivitas masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Operasi Pekat I Tinombala 2026 dilaksanakan selama 14 hari. Kegiatan ini dimulai pada 20 Februari dan berakhir pada 5 Maret 2026.
Selama pelaksanaan operasi, Polres Sigi melibatkan seluruh Polsek jajaran untuk melakukan berbagai kegiatan penegakan hukum serta tindakan pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
Sasaran utama operasi ini adalah berbagai bentuk penyakit masyarakat yang berpotensi mengganggu stabilitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Sigi.
Beberapa bentuk pelanggaran yang menjadi fokus penindakan antara lain peredaran minuman keras, aksi premanisme, kepemilikan senjata tajam, praktik prostitusi, penyalahgunaan narkoba, hingga tindak pencurian.
Kapolres Sigi AKBP Kari Amsah Ritonga melalui Kabag Ops AKP Sidik Mashudiyanto menjelaskan bahwa operasi ini dilaksanakan dengan mengedepankan penegakan hukum yang terukur dan profesional.
Selain penegakan hukum, operasi juga didukung dengan kegiatan intelijen untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.
Petugas juga melaksanakan langkah preemtif dengan memberikan imbauan kepada masyarakat agar turut menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masing-masing.
Upaya preventif turut dilakukan melalui patroli rutin serta pengawasan di sejumlah lokasi yang dianggap rawan terjadinya gangguan kamtibmas.
Selama operasi berlangsung, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari berbagai kegiatan penindakan yang dilakukan di lapangan.
Di antaranya adalah 155,5 liter minuman keras tradisional jenis cap tikus yang berhasil diamankan dari beberapa lokasi berbeda.
Selain itu, petugas juga menyita 215 liter minuman tradisional jenis saguer yang diduga diperjualbelikan secara ilegal.
Dalam operasi tersebut, aparat kepolisian turut mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam aksi premanisme.
Petugas juga mengamankan satu bilah senjata tajam jenis badik serta menjaring sepasang muda-mudi yang bukan pasangan suami istri di salah satu penginapan.
Selain itu, polisi juga mengamankan enam orang yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba dengan barang bukti sabu seberat bruto total 17,87 gram, serta mengungkap dua kasus dugaan pencurian kendaraan bermotor.
Melalui hasil operasi ini, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Sigi tetap terjaga dengan baik sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan aman, tertib, dan nyaman.






