
Tadulakonews.com – Jajaran Polres Banggai memperketat pengamanan di sejumlah titik pelaksanaan Upacara Melasti dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Saka 1948. Pengamanan ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah umat Hindu berlangsung aman dan tertib.
Personel kepolisian diterjunkan sejak pagi hari untuk mengamankan berbagai lokasi kegiatan yang menjadi pusat pelaksanaan Melasti. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 16 Maret 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengamanan dilakukan secara serentak di beberapa wilayah hukum Polsek di Kabupaten Banggai. Sejumlah pantai yang menjadi lokasi utama upacara dijaga ketat oleh aparat kepolisian bersama unsur terkait.
Di wilayah hukum Polsek Toili, pengamanan dipusatkan di Pantai Desa Pandanwangi. Lokasi ini diikuti sekitar 15.000 umat Hindu yang berasal dari 17 desa.
Selain itu, pengamanan juga dilakukan di Pantai Desa Mantawa yang masih berada di wilayah Polsek Toili. Upacara Melasti di lokasi ini diikuti sekitar 1.000 umat Hindu dari lima desa.
Sementara itu, di wilayah hukum Polsek Lamala, kegiatan Melasti dipusatkan di Pantai Desa Cemerlang. Sekitar 700 umat Hindu dari tiga desa mengikuti prosesi penyucian diri tersebut.
Pengamanan juga dilaksanakan di Pantai Desa Ranga-ranga yang masih berada di wilayah Polsek Lamala. Di lokasi ini, sekitar 500 umat Hindu dari tiga desa mengikuti jalannya upacara.
Di wilayah hukum Polsek Nuhon, pelaksanaan Melasti dipusatkan di Pantai Hek, Desa Tomeang. Kegiatan ini diikuti sekitar 600 umat Hindu yang berasal dari wilayah Simpang Raya dan Nuhon.
Seluruh rangkaian kegiatan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Personel ditempatkan di sejumlah titik untuk mengantisipasi gangguan keamanan maupun kemacetan lalu lintas.
Kapolres Banggai AKBP Wayan Wayracana Aryawan memberikan apresiasi kepada seluruh jajarannya yang telah bekerja maksimal dalam pengamanan kegiatan tersebut.
Ia menilai sinergitas antara kepolisian dan berbagai pihak sangat penting untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama kegiatan berlangsung.
Menurutnya, pengamanan tidak hanya melibatkan personel kepolisian. Unsur TNI, Forpimka, serta Pecalang turut berperan aktif membantu menjaga ketertiban selama prosesi berlangsung.
Kolaborasi tersebut menjadi bukti kuatnya kerja sama lintas instansi dalam menjaga keamanan masyarakat, khususnya saat pelaksanaan kegiatan keagamaan.
Kapolres menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan dalam menjalankan ibadah merupakan hak setiap warga negara yang wajib dijamin oleh negara.
Ia juga berharap seluruh rangkaian ibadah umat Hindu dalam menyambut Hari Raya Nyepi dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
Dengan pengamanan yang maksimal, Polres Banggai berharap umat Hindu dapat menjalankan tahapan Catur Brata Penyepian dengan tenang.
Selain itu, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Banggai diharapkan tetap terjaga dengan baik selama rangkaian perayaan berlangsung.




