Polisi Perketat Pengawasan Distribusi Pupuk Subsidi Usai Kasus Penyelewengan 10 Ton di Bangka Barat

- Penulis

Kamis, 9 April 2026 - 04:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Tadulakonews.com – Polres Bangka Barat memastikan akan memperketat pengawasan distribusi pupuk bersubsidi menyusul terungkapnya kasus penyelewengan 10 ton pupuk jenis Phonska dan Urea.

Kapolres Bangka Barat, Pradana Aditya Nugraha, mengatakan langkah ini dilakukan untuk mencegah praktik serupa terulang, sekaligus menjamin pupuk subsidi tepat sasaran kepada petani.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pengawasan akan kami perketat, baik di jalur distribusi maupun saat proses bongkar muat di pelabuhan. Ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kebutuhan petani,” ujar Kapolres dalam konferensi pers, Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan, penguatan pengawasan akan difokuskan pada titik-titik rawan, termasuk pelabuhan, jalur transportasi, hingga distribusi ke tingkat kelompok tani.

Selain itu, jajaran Satreskrim juga akan meningkatkan patroli serta pemeriksaan terhadap kendaraan pengangkut barang yang dicurigai membawa pupuk bersubsidi tanpa dokumen resmi.

Langkah ini diambil setelah polisi mengamankan satu tersangka berinisial YI alias YN (32), seorang sopir truk yang kedapatan mengangkut pupuk subsidi tanpa izin.

Penangkapan dilakukan pada Minggu (5/4/2026) di Jalan Raya Mentok–Pangkalpinang, setelah sebelumnya petugas menerima laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan dari Pelabuhan Tanjungkalian.

Menurut Kapolres, kasus ini menjadi bahan evaluasi karena pengawasan distribusi pupuk bersubsidi dinilai masih memiliki celah penyimpangan.

“Ke depan, kami akan lebih intens melakukan pengawasan dan penindakan. Tujuannya agar distribusi pupuk subsidi benar-benar sampai kepada yang berhak,” katanya.

Polres Bangka Barat juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan pupuk subsidi di lapangan.

Saat ini, penyidik masih terus mengembangkan kasus guna menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan distribusi ilegal tersebut.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tadulakonews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Batu Bara Resmi Ganti Nama Dua Polsek
Kapolres Bangka Barat Tekankan Disiplin dan SOP dalam Sidak Polsek Jebus
Kapolres Bangka Barat Sidak Polsek Jebus, Tekankan Disiplin dan Pelayanan Optimal
Kejari Labuhanbatu Kembali Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Pramuka Rp3,75 Miliar
Polsek Kualuh Hulu Ungkap Kasus Narkotika di Labuhanbatu Utara
DPD Partai Demokrat Sumut Audiensi ke Kejati Sumut, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
Ajakan Partisipasi Masyarakat dalam Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Solok
Ground Breaking Jembatan Armco Dorong Akses dan Ekonomi Warga Asahan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 05:39 WIB

Polres Batu Bara Resmi Ganti Nama Dua Polsek

Kamis, 9 April 2026 - 05:34 WIB

Kapolres Bangka Barat Tekankan Disiplin dan SOP dalam Sidak Polsek Jebus

Kamis, 9 April 2026 - 05:31 WIB

Kapolres Bangka Barat Sidak Polsek Jebus, Tekankan Disiplin dan Pelayanan Optimal

Kamis, 9 April 2026 - 05:21 WIB

Kejari Labuhanbatu Kembali Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Pramuka Rp3,75 Miliar

Kamis, 9 April 2026 - 05:16 WIB

Polsek Kualuh Hulu Ungkap Kasus Narkotika di Labuhanbatu Utara

Berita Terbaru

Daerah

Polres Batu Bara Resmi Ganti Nama Dua Polsek

Kamis, 9 Apr 2026 - 05:39 WIB