
Tadulakonews.com – Dalam rangka memberikan rasa aman serta memastikan kelancaran perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, jajaran Polsek Lore Utara melaksanakan pengamanan kegiatan pawai ogoh-ogoh di wilayah Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Rabu (18/3/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian penting dari rangkaian perayaan Nyepi yang dilaksanakan oleh umat Hindu setempat dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pawai ogoh-ogoh diawali dengan persembahyangan umat Hindu di masing-masing pura sebagai bentuk penyucian diri sebelum memasuki tahapan berikutnya.
Setelah persembahyangan, kegiatan dilanjutkan dengan arak-arakan ogoh-ogoh yang berlangsung di dua desa, yakni Desa Mekarsari dan Desa Tamadue.
Sekitar pukul 16.30 Wita, pawai ogoh-ogoh di Desa Mekarsari dimulai dari depan Pura Siwa Stana dan mengelilingi wilayah desa.
Arak-arakan tersebut kemudian berakhir di lapangan terbuka desa, yang menjadi titik akhir kegiatan di lokasi tersebut.
Selanjutnya, pada pukul 16.45 Wita, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Desa Tamadue.
Pawai di Desa Tamadue dimulai dari depan Pura Agung Puncak Sari dan berakhir di lapangan desa setempat.
Ogoh-ogoh yang diarak merupakan simbol Bhuta Kala atau kekuatan negatif yang diyakini perlu dinetralisir.
Setelah diarak keliling desa, ogoh-ogoh tersebut dibakar sebagai simbol pemusnahan sifat-sifat buruk.
Prosesi ini juga dimaknai sebagai upaya pembersihan diri dan lingkungan sebelum memasuki Hari Raya Nyepi.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung hingga sekitar pukul 22.30 Wita dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
Pengamanan kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Lore Utara bersama personel Polsek serta didukung oleh pecalang desa.
Kapolsek Lore Utara menyampaikan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat agar kegiatan keagamaan berjalan dengan aman dan khidmat.
Ia juga mengapresiasi kerja sama seluruh pihak, termasuk masyarakat dan pecalang, sehingga kegiatan dapat berlangsung kondusif.
Masyarakat diimbau untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman, khususnya menjelang pelaksanaan Hari Raya Nyepi.




