
Seorang nelayan berinisial JH (57), yang akrab disapa Om Ila, ditemukan meninggal dunia di area perkebunan Desa Tete B, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una. Peristiwa ini terjadi pada Senin malam, 9 Februari 2026, sekitar pukul 18.00 WITA.
Kapolsek Ampana Tete, AKP Rochmat Ari Purwanto, S.M., membenarkan penemuan jasad tersebut setelah korban dilaporkan tak kunjung pulang ke rumah selama dua hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut AKP Rochmat, pencarian awal dilakukan oleh istri dan anak korban dengan dibantu warga setempat. Kekhawatiran keluarga semakin meningkat karena korban yang pamit ke kebun tidak kembali hingga dua hari berturut-turut.
“Sesampainya di kebun, pihak keluarga menemukan korban sudah meninggal dunia tepat di bawah pohon kelapa,” ujar Kapolsek dalam keterangannya pada Senin malam.
Setelah menemukan korban, anaknya segera meminta bantuan perangkat desa untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ampana Tete.
Mendapat laporan dari warga, personel Polsek Ampana Tete langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi. Jasad korban kemudian dibawa ke Puskesmas Ampana Tete guna menjalani pemeriksaan luar atau visum.
Terkait kondisi fisik korban saat ditemukan, AKP Rochmat menjelaskan terdapat bercak darah yang keluar dari area wajah. Meski demikian, ia menegaskan tidak ada indikasi tindak pidana di lokasi kejadian.
“Berdasarkan pemeriksaan medis, ditemukan darah keluar dari mulut, hidung, dan telinga korban. Namun, hasil pemeriksaan luar secara menyeluruh menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” tegas AKP Rochmat.
Hingga saat ini, pihak kepolisian telah mengambil keterangan dari sejumlah saksi, termasuk anak korban dan perangkat desa yang membantu proses evakuasi.
Jenazah korban kini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat sekitar untuk selalu berhati-hati saat melakukan aktivitas di perkebunan atau area terbuka.
Pihak keluarga menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan warga dan aparat yang terlibat dalam pencarian serta evakuasi korban.
Polsek Ampana Tete menegaskan akan tetap memantau situasi di sekitar lokasi dan siap memberikan pendampingan bila diperlukan.
Meski penyebab kematian masih berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, keluarga korban menerima kejadian ini dengan tabah.
Warga sekitar mengaku terkejut dengan peristiwa ini, terutama karena korban dikenal sebagai sosok yang ramah dan rajin.
AKP Rochmat menambahkan bahwa pihak kepolisian akan menindaklanjuti setiap informasi tambahan yang berkaitan dengan kejadian ini.
Kejadian ini menjadi duka mendalam bagi keluarga, namun mereka berusaha menjalani proses pemakaman dengan tenang dan penuh penghormatan.






