
Tadulakonews.com – Kabupaten Labuhanbatu — Selama berlangsungnya bulan suci Ramadhan 1447 H, ketika umat Islam menjalankan ibadah puasa, aktivitas yang diduga sebagai transaksi jual beli narkotika jenis sabu masih kerap terlihat di sejumlah wilayah Kabupaten Labuhanbatu.
Beberapa titik yang disebutkan berada di sekitar Kota Rantauprapat, khususnya di Kecamatan Rantau Utara dan Kecamatan Rantau Selatan. Selain itu, aktivitas serupa juga disebut terjadi di kecamatan lainnya di wilayah Kabupaten Labuhanbatu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabupaten Labuhanbatu sendiri terdiri dari sembilan kecamatan dan puluhan desa. Meski aparat penegak hukum telah melakukan penindakan terhadap beberapa pengedar narkotika selama bulan Ramadhan, peredaran sabu diduga masih terus berlangsung.
Berdasarkan hasil investigasi awak media serta informasi yang dihimpun dari beberapa sumber yang dinilai dapat dipercaya, disebutkan adanya seorang individu yang diduga cukup dikenal dalam aktivitas bisnis narkotika di wilayah tersebut.
Beberapa sumber menyebutkan inisial “Ishk” sebagai salah satu sosok yang diduga memiliki peran dalam peredaran narkotika jenis sabu di Kabupaten Labuhanbatu.
Menurut keterangan salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, sosok tersebut disebut sebagai salah satu pihak yang memiliki jaringan peredaran sabu di beberapa titik wilayah.
Sumber tersebut menyampaikan bahwa sabu yang diduga berasal dari jaringan tersebut disebut banyak beredar di sejumlah lokasi di wilayah Labuhanbatu.
Selain itu, sumber juga menyebutkan bahwa individu berinisial “Ishk” sebelumnya diketahui memiliki keterkaitan dengan bisnis tempat hiburan malam di Kota Rantauprapat, tepatnya di kawasan Jalan By Pass Adam Malik.
Disebutkan pula bahwa pengelolaan usaha tersebut saat ini diduga dijalankan oleh pihak lain yang dipercaya, sementara individu yang bersangkutan disebut hanya berada di belakang manajemen.
Sumber menyatakan bahwa sejumlah pihak lain disebut sebagai rekan atau kolega yang turut menjalankan operasional usaha tersebut.
Selain inisial “Ishk”, beberapa nama lain juga disebut oleh sumber sebagai pihak yang diduga berkaitan dengan jaringan peredaran narkotika, di antaranya berinisial “R”, “D”, “Ukel”, dan “Kjk”.
Peredaran narkotika jenis sabu sendiri merupakan tindak pidana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Dalam undang-undang tersebut, khususnya Pasal 114, disebutkan bahwa setiap orang yang tanpa hak menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I dapat dikenakan hukuman berat.
Ancaman hukuman yang diatur meliputi pidana penjara mulai dari 5 tahun hingga 20 tahun, bahkan dapat dijatuhi hukuman seumur hidup, serta denda yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
Masyarakat setempat menyayangkan apabila dugaan aktivitas tersebut benar terjadi, terlebih pada bulan suci Ramadhan yang seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah dan ketenangan sosial.
Warga juga berharap aparat penegak hukum dapat terus meningkatkan pengawasan serta penindakan terhadap dugaan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Labuhanbatu demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.




