
Tadulakonews.com – Polres Binjai bersama instansi terkait melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2026 di Lapangan Merdeka Binjai, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Satria, Kecamatan Binjai Kota, pada Kamis sore.
Kegiatan ini dimulai pukul 16.00 WIB dan berlangsung dengan tertib serta penuh khidmat, diikuti oleh berbagai unsur pengamanan dan pemerintahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wali Kota Binjai Drs. H. Amir Hamzah, M.AP bersama Kapolres Binjai bertindak sebagai pimpinan apel dan membacakan amanat dari Kapolri.
Apel gelar pasukan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai bentuk kesiapan dalam menghadapi pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kegiatan ini juga menjadi sarana pengecekan kesiapan personel, sarana, dan prasarana yang akan digunakan selama operasi berlangsung.
Selain itu, apel ini menunjukkan komitmen serta sinergi antarinstansi dalam menyukseskan Operasi Ketupat 2026.
Diharapkan pelaksanaan mudik dan perayaan Idul Fitri dapat berjalan aman, nyaman, tertib, dan lancar.
Dalam amanatnya disampaikan bahwa situasi global saat ini mengalami peningkatan eskalasi konflik di berbagai wilayah.
Konflik di Timur Tengah, termasuk antara Israel, Palestina, Iran, dan Amerika Serikat, menjadi perhatian dunia.
Kondisi tersebut telah menimbulkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur penting di sejumlah negara.
Dampak dari konflik ini turut memengaruhi stabilitas ekonomi global, terutama pada harga minyak dunia.
Kenaikan harga minyak berpotensi memengaruhi nilai tukar rupiah dan harga kebutuhan pokok masyarakat.
Hal ini dapat berdampak pada inflasi dan menurunnya daya beli masyarakat.
Pemerintah Indonesia terus melakukan langkah diplomasi dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Upaya tersebut bertujuan untuk meredam dampak konflik sekaligus mendorong terciptanya perdamaian dunia.
Indonesia juga aktif dalam berbagai forum internasional untuk mendukung solusi damai, termasuk pendekatan two state solution.
Selain itu, pemerintah berupaya menjaga stabilitas nasional melalui kebijakan ekonomi dan perdagangan.
Langkah strategis juga dilakukan untuk menjaga kestabilan harga energi dengan pemberian subsidi.
Stok BBM dan LPG nasional dinyatakan masih mencukupi sehingga masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan.
Menjelang Idul Fitri, pergerakan masyarakat diprediksi mencapai ratusan juta orang di seluruh Indonesia.
Momentum ini diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi di berbagai daerah.
Pemerintah juga memberikan berbagai kemudahan seperti diskon tarif tol dan transportasi umum.
Kebijakan work from anywhere turut mendukung kelancaran arus mudik tahun ini.
Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari dengan melibatkan lebih dari 160 ribu personel gabungan.
Puncak arus mudik dan arus balik diprediksi terjadi dalam beberapa gelombang pada pertengahan hingga akhir Maret.
Untuk mendukung pengamanan, telah disiapkan ribuan pos pelayanan, pengamanan, dan pos terpadu.
Pengamanan difokuskan pada berbagai objek vital seperti tempat ibadah, pusat transportasi, dan lokasi wisata.
Potensi gangguan keamanan seperti kejahatan jalanan, balap liar, dan konflik sosial menjadi perhatian khusus.
Petugas diminta meningkatkan patroli rutin terutama di lokasi dan waktu rawan.
Pendataan rumah kosong serta penyediaan penitipan kendaraan juga menjadi langkah preventif bagi masyarakat.
Selain itu, kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi perlu ditingkatkan.
Koordinasi antarinstansi dan kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.
Pelayanan kepada masyarakat juga dioptimalkan melalui layanan darurat Kepolisian 110.
Dengan demikian, masyarakat dapat dengan mudah memperoleh bantuan dan informasi selama perjalanan mudik.
Di akhir amanat, disampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Operasi Ketupat 2026.
Seluruh personel diharapkan menjaga soliditas dan bekerja sama demi keberhasilan operasi.
Semangat pengabdian kepada masyarakat menjadi landasan utama dalam setiap tugas yang dijalankan.
Apel ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah, TNI-Polri, serta instansi terkait lainnya.
Kehadiran seluruh elemen tersebut menunjukkan kuatnya sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Operasi Ketupat 2026 diharapkan mampu mewujudkan mudik yang aman dan keluarga yang bahagia.

