Tadulakonews.com-Berau-Suasana penyambutan kepulangan 212 jemaah haji Kabupaten Berau di Bandara Kalimarau, Sabtu (27/6/2026), berlangsung meriah dan penuh haru. Kedatangan para jemaah disambut antusias oleh keluarga serta masyarakat yang telah menunggu sejak siang hari.
Selain rasa syukur atas kepulangan para tamu Allah, ada satu hal yang selalu menjadi perhatian dalam momen tahunan tersebut, yakni penampilan unik dan glamor sebagian jemaah haji saat tiba di tanah kelahiran.
Busana berwarna cerah seperti merah dan hijau tua dengan hiasan payet berkilau menjadi pemandangan yang mencuri perhatian. Perhiasan emas mencolok serta penutup kepala khas bermotif sorban turut memperkuat kesan megah dalam penampilan mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gaya berpakaian tersebut merupakan bagian dari tradisi turun-temurun yang masih dipertahankan oleh sebagian jemaah haji dari suku Bugis setelah menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Tradisi ini menjadi simbol kebahagiaan, rasa syukur, sekaligus ungkapan sukacita setelah menyelesaikan perjalanan spiritual yang panjang.
Para jemaah, baik pria maupun wanita, mengungkapkan bahwa penampilan istimewa tersebut merupakan keinginan mereka sendiri. Tidak ada paksaan maupun arahan khusus dari pihak lain.
Menariknya, seluruh riasan dan tatanan busana yang dikenakan dipersiapkan secara mandiri oleh para jemaah tanpa bantuan perias profesional.
Perubahan penampilan biasanya mulai dilakukan ketika mereka berada di bandara embarkasi antara saat transit. Dari tempat tersebut, para jemaah mulai mempersiapkan diri dengan tampilan yang lebih meriah sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Berau.
“Dandan sendiri, dari Balikpapan biasanya,” ujar salah satu jemaah haji saat ditemui di sela-sela penyambutan kepulangan.
Ketika rombongan jemaah haji keluar dari pintu kedatangan domestik Bandara Kalimarau, suasana langsung dipenuhi sorak-sorai para penjemput.
Ratusan keluarga yang telah menanti menyambut kedatangan mereka dengan wajah penuh kebahagiaan dan rasa lega setelah berminggu-minggu terpisah jarak.
Momen tersebut semakin terasa istimewa dengan hadirnya Bupati Berau Sri Juniarsih yang turut menyambut salah satu jemaah haji yang baru tiba di Bandara Kalimarau.
Pelukan hangat antara jemaah dan keluarga menjadi pemandangan yang mengharukan. Tangis bahagia pun pecah sebagai bentuk rasa syukur atas pertemuan kembali setelah perjalanan ibadah yang penuh makna.
Kepulangan para jemaah haji ini tidak hanya menjadi momen bertemu kembali dengan keluarga, tetapi juga menjadi perayaan kebersamaan masyarakat Kabupaten Berau.
Tradisi busana khas yang penuh warna dan kemeriahan pun menjadi bagian dari cerita perjalanan spiritual para jemaah, sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya yang tetap hidup di tengah masyarakat.
Dengan penuh kebahagiaan, para jemaah akhirnya kembali ke rumah masing-masing membawa cerita, pengalaman, dan kenangan berharga dari Tanah Suci.


