Mahasiswa Puncak Tolak Pemekaran Sinak Jaya dan Desak Pemerintah Prioritaskan Pengungsi

- Penulis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Spread the love

Tadulakonews.com – Jayapura, 9 Mei 2026 – Kegiatan jumpa pers ini dilaksanakan murni oleh mahasiswa asal tiga wilayah, yaitu Sinak, Pogoma, dan Agandugume. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap situasi yang sedang dialami masyarakat Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Mahasiswa menilai kondisi keamanan di Kabupaten Puncak saat ini tidak lagi kondusif. Situasi yang terus memburuk menyebabkan kasus pembunuhan warga sipil terus berulang dan menimbulkan pengungsian besar-besaran yang hingga kini belum berakhir, khususnya di Distrik Pogoma dan Kembru.

Dalam penyampaian awal, Koordinator Lapangan Urnius Matuwan menegaskan bahwa masyarakat masih berada dalam suasana duka mendalam akibat peristiwa “Kembru Berdarah” yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan trauma berkepanjangan bagi warga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut sangat ironis ketika masyarakat masih hidup dalam pengungsian dan suasana berkabung, namun di sisi lain pemerintah bersama elite politik justru membahas rencana pembentukan daerah otonomi baru.

Menurutnya, pembahasan pemekaran Kabupaten Sinak Jaya yang dilakukan di Timika oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama Komisi II DPR RI tidak mencerminkan kepekaan terhadap kondisi masyarakat di lapangan.

Urnius mempertanyakan tujuan pemekaran tersebut karena hingga hari ini masyarakat di wilayah Dapil 3 dan Dapil 4 masih hidup dalam pengungsian dan daerah mereka belum pulih sepenuhnya.

Mewakili tiga organisasi mahasiswa, Ketua IPMS Anison Tabuni menyampaikan bahwa pemerintah seharusnya menghentikan rencana pemekaran dan lebih memprioritaskan keselamatan rakyat.

Ia menegaskan bahwa keluarga masyarakat Puncak, mulai dari orang tua hingga anak-anak, masih hidup dalam ketidakpastian di tempat pengungsian akibat konflik yang belum terselesaikan.

Anison meminta para elite politik berhenti membicarakan pemekaran daerah dan segera fokus menangani para pengungsi serta memulihkan kondisi masyarakat.

Ia juga mendesak agar TNI non-organik ditarik dari wilayah Kabupaten Puncak dan seluruh Tanah Papua demi mengurangi ketegangan dan rasa takut di tengah masyarakat.

Sementara itu, mewakili senior mahasiswa, Auto Murib menyampaikan bahwa pemerintah seharusnya lebih fokus menyelesaikan persoalan kemanusiaan daripada memaksakan pembentukan daerah otonomi baru.

Menurutnya, berbagai kasus kekerasan yang terjadi di Kabupaten Puncak dan wilayah Papua lainnya harus segera dituntaskan secara adil dan terbuka.

Hal senada disampaikan oleh perwakilan mahasiswa lainnya, Person Tabuni, yang menegaskan bahwa masyarakat Puncak masih berada dalam suasana duka mendalam akibat konflik yang terjadi.

Ia mempertanyakan kembali tujuan pemekaran daerah di tengah kondisi masyarakat yang belum pulih dan masih mengalami penderitaan.

Setelah penyampaian orasi, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Pernyataan Sikap Mahasiswa Puncak yang dibacakan oleh Ketua IPMA, Hermanus Murib.

Dalam pernyataan tersebut, mahasiswa menyampaikan penolakan terhadap rencana pemekaran Kabupaten Sinak Jaya, mendesak penarikan TNI non-organik dari Kabupaten Puncak dan seluruh Tanah Papua, mengutuk tindakan kekerasan terhadap warga sipil di Kembru dan Pogoma, serta meminta pemerintah memproses hukum pelaku kekerasan dalam peristiwa “Kembru Berdarah”.

Jayapura, Sabtu 9 Mei 2026

Korlap: Urnius Matuwan
Wakorlap: Rodis Murib
Penanggung Jawab:
Ketua IPMS: Anison Tabuni
Waket IPMP: Lotani Murib
Ketua IPMA: Hermanus Murib

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel tadulakonews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Parigi Moutong Gelar Sertijab Sejumlah Pejabat Strategis
Dugaan Pencurian di Parigi Diselesaikan Lewat Restorative Justice
Launching Logo dan Maskot Porprov X Sulteng 2026 Resmi Digelar di Morowali
Pelajar di Palu Jadi Korban Curanmor Bermodus Minta Tunjuk Jalan, Pelaku Diamankan Warga
Polres Banggai Ambil Langkah Preventif Pascainsiden Dugaan Pengeroyokan di Turnamen Mini Soccer
Polisi Sahabat Anak, Polsek Nuhon Terima Kunjungan Edukasi TK Islamiyah Cokroaminoto
Murid TK Pertiwi Luwuk Kunjungi Polres Banggai, Belajar Tugas Polisi Sejak Dini
Kapolres Banggai Terima Silaturahmi Organisasi Kemahasiswaan Untika Luwuk
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:14 WIB

Polres Parigi Moutong Gelar Sertijab Sejumlah Pejabat Strategis

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:09 WIB

Dugaan Pencurian di Parigi Diselesaikan Lewat Restorative Justice

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:03 WIB

Launching Logo dan Maskot Porprov X Sulteng 2026 Resmi Digelar di Morowali

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:55 WIB

Pelajar di Palu Jadi Korban Curanmor Bermodus Minta Tunjuk Jalan, Pelaku Diamankan Warga

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:50 WIB

Polres Banggai Ambil Langkah Preventif Pascainsiden Dugaan Pengeroyokan di Turnamen Mini Soccer

Berita Terbaru