
Palu – Tadulakonews.com – Ikhtiar merawat toleransi dan kedamaian di Sulawesi Tengah terus mendapat dukungan dari masyarakat lintas iman. Upaya tersebut dinilai penting dalam memperkuat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Program-program penguatan moderasi beragama yang dicanangkan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag., dinilai menjadi salah satu jembatan untuk memperkuat persatuan dan mengikis batas-batas perbedaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Apresiasi dan dukungan moral terhadap upaya tersebut disampaikan Kepala BRIDA Provinsi Sulawesi Tengah yang juga tokoh gereja, Dr. Ir. Christina Shandra Tobondo, M.T.
Menurut Shandra Tobondo, nilai-nilai inklusif yang selama ini disampaikan Prof. Zainal Abidin kepada masyarakat memiliki arti penting dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis.
“Menurut saya, upaya Prof. Zainal Abidin sebagai Ketua FKUB dalam menyosialisasikan moderasi beragama dan toleransi di Sulawesi Tengah merupakan hal yang positif dan sangat luar biasa,” kata Christina Shandra Tobondo.
Ia menilai pesan tentang saling menghargai, menghormati perbedaan, serta membangun komunikasi antarpemeluk agama merupakan nilai yang perlu terus dirawat dan dikembangkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Nilai-nilai yang selalu beliau sampaikan seperti saling menghargai, menghormati perbedaan, dan membangun komunikasi antarumat beragama sangat penting untuk terus dirawat,” ujarnya.
Sebagai Ketua Persekutuan Perempuan Jemaat dan Pembina Warga Gereja Effatha Palu, Shandra Tobondo mengaku melihat langsung pentingnya pendekatan persuasif dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai arti keberagaman.
Menurutnya, berbagai kegiatan yang mendorong dialog dan toleransi dapat memberikan dampak positif, termasuk dalam membangun kesadaran jemaat untuk memandang perbedaan sebagai bagian dari kehidupan yang harus dihargai.
“Saya melihat bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini dapat memberikan dampak dalam membangun kesadaran jemaat bahwa perbedaan adalah anugerah untuk saling melengkapi,” tuturnya.
Ia menambahkan, keberagaman yang ada di tengah masyarakat hendaknya tidak menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kesempatan untuk membangun kasih, penghargaan, dan kebersamaan.
“Tuhan menciptakan kita berbeda bukan agar kita saling menjauh, melainkan agar kita belajar mengasihi, menghargai, dan berjalan bersama dalam damai,” sambungnya.
Shandra Tobondo juga menyampaikan apresiasi atas komitmen dan kontribusi Prof. Zainal Abidin dalam memimpin FKUB Sulawesi Tengah, khususnya dalam memperkuat ruang dialog antarpemeluk agama.
Menurutnya, sinergi dan komunikasi yang dibangun selama ini menjadi bagian penting dalam menciptakan fondasi kehidupan sosial yang harmonis di Sulawesi Tengah.
Ia berharap semangat membangun toleransi dan moderasi beragama terus diperkuat sehingga kehidupan masyarakat yang beragam dapat tetap berjalan dalam suasana damai dan saling menghormati.
“Untuk itu kami sangat mendukung dan berterima kasih kepada Bapak Prof. Zainal Abidin sebagai Ketua FKUB, di mana Bapak Prof memiliki peran sangat penting atau memiliki peran sentral,” katanya.
Ia menilai keberadaan FKUB saat ini semakin dirasakan manfaatnya oleh umat beragama melalui berbagai kegiatan yang mendorong dialog, memperkuat komunikasi, serta membangun toleransi antarumat beragama di Provinsi Sulawesi Tengah.




